Non-Food
Grade
Merupakan
Bahan Tambahan Pangan (BTP) atau food additive yang termasuk kategori bahan kimia yang bukan untuk pangan.
Diantaranya adalah sebagai berikut :
A. Penyalahgunaan rhodamin B untuk pewarna pangan
Ini merupakan pewarna
sintesis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas. Bentuknya serbuk
kristal merah keunguan dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar. Penyalahgunaan
rhodamin B untuk pewarna pangan telah banyak ditemukan pada panganan seperti
kerupuk, terasi, cabe merah giling, agar-agar, aromanis
atau kembang gula, manisan, sosis, sirup, minuman dan beberapa jajanan yang berwarna
merah.
Penyalahgunaan
rhodamin B untuk pewarna pangan kerupuk. Merahnya khas, biasa ada pada kerupuk
pasir berwarna merah. Kerupuk yang memakai pewarna rhodamin akan berwarna merah menyala
dan terkadang didapati bintik-bintik merah pada permukaannya karena pewarnaan
yang tidak merata
Es Sirup
Tidak
semua es sirup yang berwarna merah itu mengandung rhodamin. Hanya warna merah
yang seperti ini yang patut kita curigai mengandung pewarna berbahaya.
Perhatikan warna merah yang berpendar bila terkena cahaya matahari, memang
menarik dan terlihat segar tapi ini berbahaya dan berefek buruk bagi kesehatan.
Tidak dilarang makan arum manis tapi untuk kesehatan kita
sebaiknya pilih yang berwarna putih saja karena banyak sekali oknum yang
menggunakan pewarna tekstil untuk pembuatan arum manis seperti contoh diatas,
lebih baik membeli yang warna putih saja.
Terasi
Terasi yang tidak mengandung rhodamin B Terasi mengandung
rhodamin B
Terasi
yang menggunakan rhodamin b berwarna coklat kemerahan (bahkan merah
kecoklatan), dan bila dibelah terdapat bintik-bintik merah kehitaman
karena pewarnaan yang tidak merata. Selain berwarna merah cerah,
makanan-makanan ini akan sedikit menimbulkan rasa pahit bila di makan, dan
menimbulkan rasa gatal di tenggorokan karena sifat rhodamin B yang dapat
mengiritasi
Ciri makanan yang mengandung Rhodamin B:
1. Warna
kelihatan cerah (berwarna-warni), sehingga tampak menarik.
2. banyak
memberikan titik-titik warna karena tidak homogen (Warnanya ada yang menggumpal)
3. Ada
sedikit rasa pahit (terutama pada sirop atau limun).
4. Muncul
rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya.
5. Baunya
tidak alami sesuai makanannya
6. Harganya
Murah
Rhodamin B juga berbahaya jika terhirup, mengenai
kulit, mengenai mata dan tertelan. Akibatnya yang ditimbulkan bisa iritasi pada
saluran pernafasan, iritasi kulit, iritasi pada mata, iritasi saluran pencernaan
dan bahaya kanker hati.
Jika tertelan selain menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, cirinya air seni akan berwarna merah atau merah muda
Jika tertelan selain menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, cirinya air seni akan berwarna merah atau merah muda
B.
. Formalin
Formalin adalah larutan yang tidak berwana dan baunya sangat menusuk. Di
dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air. Biasanya ditambah
metanol hingga 15% sebagai pengawet
Beberapa makanan yang ditemukan mengandung formalin sebagai pengawet di
anataranya mi basah, tahu, baso, ayam dan ikan serta beberapa hasil laut
lainnya
1.
Mie Basah : tidak lengket, sangat
kenyal, serta tidak mudah rusak dan tahan dalam jangka waktu lama
2.
Tahu : teksturnya yang terlampau keras,
kenyal, tapi tidak padat, tidak mudah rusak dalam waktu lama
3.
Ikan : insang berwarna merah tua, tidak cerah
atau bukan merah segar, tidak berbau khas ikan asin, warna daging putih bersih,
kenyal dan tak mudah rusak, tidak mudah patah, agak keras serta tidak dihinggapi
lalat
4.
Bakso : tekstur sangat kenyal, tidak rusak
sampai 2 hari pada suhu kamar, jika dibelah di dalamnya tampak warna merah tua
mencolok tidak wajar
5.
Daging Ayam : tekstur daging kencang, tak
mudah rusak dan tak disukai lalat
Bahaya formalin jika
terhirup, mengenai kulit dan tertelan, bisa menyebabkan luka bakar, iritasi
pada saluran pernafasan, reaksi alergi, dan bahaya kanker pada manusia. Bila
tertelan sebanyak dua sendok makan saja atau 30 mL formalin bisa menyebabkan
kematian.
Gejala yang ditimbulkan jika formalin tertelan maka mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah, diare, kemungkinan terjadi perdarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi, kejang, tidak sadar hingga koma.
Gejala yang ditimbulkan jika formalin tertelan maka mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah, diare, kemungkinan terjadi perdarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi, kejang, tidak sadar hingga koma.
Selain itu,
juga bisa menyebabkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem
susunan syaraf pusat dan ginjal.
C. Boraks (pijer,
bleng,cetitet, obat puli, obat gedar)
Mungkin kita sudah
tidak asing lagi mendengar zat-zat berbahaya yang langsung dicampur sebagai
bahan pembuat makanan. salah satu zat yang sering digunakan yaitu “Boraks dan
Bleng’’
Boraks adalah senyawa berbentuk kristal, warna putih, tidak berbau dan
stabil pada suhu tekanan normal. Boraks merupakan senyawa kimia berbahaya untuk
pangan dengan nama kimia natrium tetrabonat (NaB4O7 10H2O).
Bleng adalah sebutan untuk salah satu zat berbahaya dengan nama ilmiah Natrium Biborat, Natrium Piroborat, Natrium Teraborat. Bleng adalah bentuk tidak murni dari boraks/asam borat murni yang biasa dibuat oleh industri farmasi.
Bleng adalah sebutan untuk salah satu zat berbahaya dengan nama ilmiah Natrium Biborat, Natrium Piroborat, Natrium Teraborat. Bleng adalah bentuk tidak murni dari boraks/asam borat murni yang biasa dibuat oleh industri farmasi.
Penyelahgunaan boraks untuk makanan telah ditemukan pada mi basah, baso,
kerupuk dan jajanan lainnya
- ciri-ciri mie basah mengandung
boraks: Teksturnya kenyal, lebih mengkilat, tidak lengket, dan tidak cepat
putus.
- Ciri baso mengandung boraks: teksturnya
sangat kenyal, warna tidak kecokelatan seperti penggunaan daging namun lebih
cenderung keputihan.
-Ciri-ciri jajanan (seperti
lontong) mengandung boraks: teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, seprti
sangat gurih dan membuat lidah bergetar dan meberikan rasa getir.
-Ciri-ciri kerupuk mengandung
boraks: teksturnya renyah dan bisa menimbulkan rasa getir.
Bahaya boraks jika
terhirup, mengenai kulit dan tertelan bisa menyebabkan iritasi saluran
pernafasan, iritasi kulit, iritasi mata dan kerusakan ginjal. Jika boraks 5-10
gram tertelan oleh anak-anak bisa menyebabkan shock dan kematian.
Efek akut dari boraks bisa menyebabkan badan berasa tidak enak, mual, nyeri hebat pada perut bagian atas, perdarahan gastro-enteritis disertai muntah darah, diare, lemah, mengantuk, demam dan sakit kepala
Efek akut dari boraks bisa menyebabkan badan berasa tidak enak, mual, nyeri hebat pada perut bagian atas, perdarahan gastro-enteritis disertai muntah darah, diare, lemah, mengantuk, demam dan sakit kepala
Kadang para pedagang
tidak tahu bahwa perwarna yang digunakan itu berbahaya, jika sudah tahu
bagaimana ciri-ciri makanan yang mengandung rhodamin b, formalin dan boraks, tugas kita untuk mengingatkan. Bila tidak bisa
mengingatkan si penjual, paling tidak jangan membelinya. Banyak pewarna merah
yang diijinkan untuk makanan seperti ponceau, carmoisin, erytrocyn dan warnanya
tidak kalah menarik dengan rhodamin. Alternatif lain dengan menggunakan pewarna
alami seperti caramel, beta-karoten, klorofil, kurkumin, ekstrak daun suji,
kunyit dan ekstrak buah-buahan yang pada umumnya lebih aman.
Dengan
demikian kita bisa lebih bijak dalam mengkonsumsi dan memilih makanan.
AYO..Gunakanlah bahan yang alami sehingga lebih ramah lingkungan dan yang
paling penting baik untuk kesehatan.
Daftar
Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar