Laman

Jumat, 07 Maret 2014

Non-FoodGrade


Non-Food Grade
Merupakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) atau food additive yang termasuk kategori bahan kimia yang bukan untuk pangan. Diantaranya adalah sebagai berikut :

A.   Penyalahgunaan rhodamin B untuk pewarna pangan
            Ini merupakan pewarna sintesis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas. Bentuknya serbuk kristal merah keunguan dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar. Penyalahgunaan rhodamin B untuk pewarna pangan telah banyak ditemukan pada panganan seperti kerupuk, terasi, cabe merah giling, agar-agar, aromanis atau kembang gula, manisan, sosis, sirup, minuman dan beberapa jajanan yang berwarna merah.
Kerupuk Merah  
            Penyalahgunaan rhodamin B untuk pewarna pangan kerupuk. Merahnya khas, biasa ada pada kerupuk pasir berwarna merah. Kerupuk yang memakai pewarna rhodamin akan berwarna merah menyala dan terkadang didapati bintik-bintik merah pada permukaannya karena pewarnaan yang tidak merata
Es Sirup
            Tidak semua es sirup yang berwarna merah itu mengandung rhodamin. Hanya warna merah yang seperti ini yang patut kita curigai mengandung pewarna berbahaya. Perhatikan warna merah yang berpendar bila terkena cahaya matahari, memang menarik dan terlihat segar tapi ini berbahaya dan berefek buruk bagi kesehatan.
 Arum Manis
            Tidak dilarang makan arum manis tapi untuk kesehatan kita sebaiknya pilih yang berwarna putih saja karena banyak sekali oknum yang menggunakan pewarna tekstil untuk pembuatan arum manis seperti contoh diatas, lebih baik membeli yang warna putih saja.
Terasi
Terasi yang tidak mengandung rhodamin B                           Terasi mengandung rhodamin B
                                           
            Terasi yang menggunakan rhodamin b berwarna coklat kemerahan (bahkan merah kecoklatan), dan bila dibelah terdapat bintik-bintik merah kehitaman karena pewarnaan yang tidak merata. Selain berwarna merah cerah, makanan-makanan ini akan sedikit menimbulkan rasa pahit bila di makan, dan menimbulkan rasa gatal di tenggorokan karena sifat rhodamin B yang dapat mengiritasi

Ciri makanan yang mengandung Rhodamin B:
1.      Warna kelihatan cerah (berwarna-warni), sehingga tampak menarik.
2.      banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen (Warnanya ada yang menggumpal)
3.      Ada sedikit rasa pahit (terutama pada sirop atau limun).
4.      Muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya.
5.      Baunya tidak alami sesuai makanannya
6.      Harganya Murah
            Rhodamin B juga berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mengenai mata dan tertelan. Akibatnya yang ditimbulkan bisa iritasi pada saluran pernafasan, iritasi kulit, iritasi pada mata, iritasi saluran pencernaan dan bahaya kanker hati.
Jika tertelan selain menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, cirinya air seni akan berwarna merah atau merah muda

B.     . Formalin
Formalin adalah larutan yang tidak berwana dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air. Biasanya ditambah metanol hingga 15% sebagai pengawet
Beberapa makanan yang ditemukan mengandung formalin sebagai pengawet di anataranya mi basah, tahu, baso, ayam dan ikan serta beberapa hasil laut lainnya
1.       Mie Basah : tidak lengket, sangat kenyal, serta tidak mudah rusak dan tahan dalam jangka waktu lama
2.       Tahu : teksturnya yang terlampau keras, kenyal, tapi tidak padat, tidak mudah rusak dalam waktu lama
3.        Ikan : insang berwarna merah tua, tidak cerah atau bukan merah segar, tidak berbau khas ikan asin, warna daging putih bersih, kenyal dan tak mudah rusak, tidak mudah patah, agak keras serta tidak dihinggapi lalat
4.        Bakso : tekstur sangat kenyal, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar, jika dibelah di dalamnya tampak warna merah tua mencolok tidak wajar
5.        Daging Ayam : tekstur daging kencang, tak mudah rusak dan tak disukai lalat

            Bahaya formalin jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan, bisa menyebabkan luka bakar, iritasi pada saluran pernafasan, reaksi alergi, dan bahaya kanker pada manusia. Bila tertelan sebanyak dua sendok makan saja atau 30 mL formalin bisa menyebabkan kematian.
            Gejala yang ditimbulkan jika formalin tertelan maka mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah, diare, kemungkinan terjadi perdarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi, kejang, tidak sadar hingga koma.
            Selain itu, juga bisa menyebabkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan syaraf pusat dan ginjal.


C.    Boraks (pijer, bleng,cetitet, obat puli, obat gedar)
Mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar zat-zat berbahaya yang langsung dicampur sebagai bahan pembuat makanan. salah satu zat yang sering digunakan yaitu “Boraks dan Bleng’’
Boraks adalah senyawa berbentuk kristal, warna putih, tidak berbau dan stabil pada suhu tekanan normal. Boraks merupakan senyawa kimia berbahaya untuk pangan dengan nama kimia natrium tetrabonat (NaB4O7 10H2O).
Bleng adalah sebutan untuk salah satu zat berbahaya dengan nama ilmiah Natrium Biborat, Natrium Piroborat, Natrium Teraborat. Bleng adalah bentuk tidak murni dari boraks/asam borat murni yang biasa dibuat oleh industri farmasi.
Penyelahgunaan boraks untuk makanan telah ditemukan pada mi basah, baso, kerupuk dan jajanan lainnya
- ciri-ciri mie basah mengandung boraks: Teksturnya kenyal, lebih mengkilat, tidak lengket, dan tidak cepat putus.
- Ciri baso mengandung boraks: teksturnya sangat kenyal, warna tidak kecokelatan seperti penggunaan daging namun lebih cenderung keputihan.
-Ciri-ciri jajanan (seperti lontong) mengandung boraks: teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, seprti sangat gurih dan membuat lidah bergetar dan meberikan rasa getir.
-Ciri-ciri kerupuk mengandung boraks: teksturnya renyah dan bisa menimbulkan rasa getir.

            Bahaya boraks jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan bisa menyebabkan iritasi saluran pernafasan, iritasi kulit, iritasi mata dan kerusakan ginjal. Jika boraks 5-10 gram tertelan oleh anak-anak bisa menyebabkan shock dan kematian.
            Efek akut dari boraks bisa menyebabkan badan berasa tidak enak, mual, nyeri hebat pada perut bagian atas, perdarahan gastro-enteritis disertai muntah darah, diare, lemah, mengantuk, demam dan sakit kepala

Kadang para pedagang tidak tahu bahwa perwarna yang digunakan itu berbahaya, jika sudah tahu bagaimana ciri-ciri makanan yang mengandung rhodamin b, formalin dan boraks,  tugas kita untuk mengingatkan. Bila tidak bisa mengingatkan si penjual, paling tidak jangan membelinya. Banyak pewarna merah yang diijinkan untuk makanan seperti ponceau, carmoisin, erytrocyn dan warnanya tidak kalah menarik dengan rhodamin. Alternatif lain dengan menggunakan pewarna alami seperti caramel, beta-karoten, klorofil, kurkumin, ekstrak daun suji, kunyit dan ekstrak buah-buahan yang pada umumnya lebih aman.
            Dengan demikian kita bisa lebih bijak dalam mengkonsumsi dan memilih makanan. AYO..Gunakanlah bahan yang alami sehingga lebih ramah lingkungan dan yang paling penting baik untuk kesehatan.

Daftar Pustaka
http://catatankimia.com/catatan/rhodamin-b.html                                         






Tidak ada komentar:

Posting Komentar