Dalam
sistem lama (MNT) berupa assessment untuk menentukan status gizi, membuat
rencana terapi, implementasi dan monitoring. Sehingga tidak jelas persepsinya
mengenai problem gizi pasien dan faktor ekoliginya sehinga tim ahli gizi kurang
memahami dalam menentukan tujuan terapi, merencanakan intervensi dan indikator
yang penting untuk dievaluasi.
Sedangkan
proses asuhan gizi terstandar adalah suatu metode pemecahan masalah yang
sistematis, dimana dietisien profesional menggunakan cara berpikir kritisnya dalam
membuat keputusan untuk menangani berbagai masalah yang berkaitan dengan gizi,
sehingga dapat memberikan asuhan gizi yang aman, efektif dan berkualitas
tinggi.
Proses
asuhan gizi terstandar merupakan siklus yang terdiri dari 4 langkah yang
berurutan dan saling berkaitan yaitu :
1. Pengkajian
gizi
2. Diagnosis
gizi
3. Intervensi
gizi
4. Monitoring
dan evaluasi gizi
Dengan
adanya komponen diagnosa gizi memungkinkan tim gizi menangani dengan berpikir
kritis, membuat keputusan lebih sistematis dan meningkatkan kolaborasi tim gizi
lebih baik.
Jadi
menurut saya yang lebih baik digunakan adalah
proses asuhan gizi terstandar. Dengan adanya ncp memjadikan struktur dan kerangka yang konsisten yang digunakan
dalam memberikan asuhan gizi serta semua pasien menerima asuhan yang sama
di waktu yang tepat dengan cara yang benar untuk orang yang tepat dan untuk
mendapatkan hasil yang terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar